Rabu, 05 Agustus 2009

DREAM | Fragment

Menjadi perfumer adalah hal yang ingin gue lakukan suatu saat di dunia ini. Tapi di balik itu semua gue masih mau mencoba hal lain tetapi hanya pekerjaan yang berhubungan dengan seni saja. Dengan kata lain gue harus kerja dulu untuk cita-cita gue itu. Well, karena gue sekarang kuliah di jurusan DKV, Gue bersyukur karena mungkin perkerjaan gue ngaa jauh-jauh tentang graphic, estetika dan visualisasi.


Yang jadi pointnya adalah gue ngaa tau kenapa spirit gue kuliah tuh ngaa ada, its already been one years. Gue hanya malas-malasan saja, gue hanya focus on deadline dan ngaa mengharapkan lebih dari nilai-nilai gue alias gue “play save” dalam semua tugas-tugas gue selama ini. Jadi ngaa usah kaget kalo nilai gue gila-gilaan jeleknya.

Mungkin karena bokap gue ngaa setuju dan masih mempertanyakan gue kenapa bisa masuk jurusan yang gue ambil. “ha ha” hal ini membuat gue jadi stress dan hopeless sebetulnya. Bayangin aja jika salah satu orang tua u ngaa setuju dan mendukung jurusan yang u ambil di kuliah. Sakit kan?


Bokap gue itu maunya gue menjadi dia. Bukan menjadi diri gue sendiri. Makanya maaph sekali, gue harus mengatakan kalo gue sangat membenci dia. I Hate my Father. Dia mau gue menjadi konstruktor, males banget ngaa? Katanya konstruktor itu lebih berseni-lah, penghasilannya juga jauh lebih banyak, dan berbagai omong kosong lainnya yang dia semprotkan dari mulutnya hanya untuk menyakinkan gue betapa hebatnya menjadi dia. Which’s gue uda muak sekali.


Masih banyak banget alasan kenapa gue membenci bokap gue Cuma maaph cerita itu bukan berwarna emas melainkan hitam, jadi “confidential” dan hanya gue tulis di sebuah blog lain yang menuntut keselarasan, kejujuran dan kebebasan. Dan alasan yang gue tulis itu akan langsung membuat u setuju kenapa gue membenci dia dan ikut membenci dia tanpa harus sok dewasa menceramahi gue untuk bersyukur “gue masih mempunyai seorang ayah.”


Kalo gue uda menjadi seorang ayah nanti gue berjanji di dalam diri gue sendiri gua akan jauh lebih baik dari dia. Dan jangan bilang gue anak durhaka ato ngaa tau balas budi. Suatu saat gue akan balas apa yang dia laukan selama ini. And after that I’m gonna celebrate how good it feel.


“Ha ha” kembali ke tugas gue, di saat gue lagi stress kerjain tugas kuliah gue, gue masih bersyukur ada malaikat yang mau mengulurkan tangan nya buat gue, which’s my mom… I Love Her and Never gonna stop to loving her even More. Pas tugas pointilis dia bantuin gue titik-titik-in walaupun titik-titiknya kek bukan titik “ha ha.” Tapi dia kasian liat tugas anak design segila ini, kasian anaknya ini ngaa tidur dan dia anjurin gue buat untuk lain kali jangan ambil cetakan yang sesusah muka model-model America next top model. Hahaha, tapi disana gue sadar akan satu hal. Gue menyadari bahwa dia adalah motivasi terbesar gue kenapa gue masih dapat bertahan di jurusan kuliah ini.


Tuntunan tangannya pada saat itu membuat gue sadar kalo gue harus selesaikan kuliah gue, mencari kerja, mencapai cita-cita gue dan membahagiakan dirinya. Ya… Gue ada 3 goal yang bener-bener gue mau reach di dalam hidup gue ini dan salah satunya memang membahagiakan my mom dan membawanya ke Negara favorit gue yaitu Ireland. I guess I’m looking forward for that.


Hmmm, tapi tampaknya motivasi aja belum cukup buat gue. I don’t want to spend my carrier and life trying to fall behind. I know its not easy to through this. But I’ll make it work.


Faktor yang buat gue down lagi adalah peraturan design di Untar tuh sinting abizzzz!!, apalagi gue No More Rules banget orangnya. Gue harus adaptasi sambil mencari semangat gue buat kuliah secara bersamaan. Great...


Hendry's

Tidak ada komentar:

Posting Komentar